Tips naik Kereta KRL (Commuter Line)

 Assalamualaikum,

Pertama-tama mari ucapkan puji syukur ke hadirat Allah karena nikmat yang telah diberikan kepada kita semua, nikmat kesehatan, terutama nikmat iman dan nikmat Islam. (sehingga anda bisa membaca sedikit blog saya)

 Ada sedikit tips dari saya untuk anda para pengguna kereta KRL (Commuter Line):

1. Sebelum berangkat ke Stasiun jangan lupa berdo’a dan niatkan perjalanan anda ke tempat kerja karena Allah (kalau saya insyaAllah saya niatkan Jihad Fisabilillah mencari nafkah untuk keluarga, karena takutnya terjadi sesuatu dengan kereta yang saya tumpangi) *maaf agak lebay

 2. Siapkan fisik dan mental karena ketika naik kereta KRL (Commuter Line) selalu ada gangguan dan hal yang tidak mengenakkan terjadi

*Note : jumlah peminat KRL adalah 600 ribu penumpang perhari (Mei 2014).

3. Apabila terjadi gangguan kereta KRL (Commuter Line), baik itu 10 menit, 15 menit maupun 30 menit. Usahakan untuk naik kereta ke-3 atau ke-4 karena setelah terjadi keterlambatan, maka para penumpang akan berebut untuk naik kereta yang ke-1 ke ke-2.

Misalkan anda naik di Stasiun Juanda arah Bogor, meskipun pada saat anda naik tidak “tidak terlalu penuh”, pada saat stasiun selanjutnya penumpang akan terus bertambah dan semakin berdesak-desakan apabila anda naik kereta ke-1 atau ke-2. jadi ketika anda naik kereta ke-3 atau ke-4, maka jumlah penumpang akan menurun dan anda bisa berdiri dengan nyaman.

4. Perlu saya jelaskan persepsi saya mengenai naik kereta KRL (Commuter Line) yang nyaman. Persepsi saya mengenai kereta KRL (Commuter Line) yang nyaman adalah ketika bisa berdiri dengan nyaman. karena hampir tidak mungkin untuk seorang laki-laki sehat untuk bisa duduk di kereta KRL (Commuter Line), kecuali bila anda naik ke arah stasiun kota dulu (apabila perjalanan kota-bogor) dan ke arah bogor dulu (apabila perjalanan bogor-kota).

5. Apabila ada yang tidak menyenangkan dari orang disekitar anda, contohnya ;

a. ibu-ibu yang bawa tas keras trus digunakan berdesakan dengan kita

b. Orang yang berdiri ditengah-tengah, atau berbelakangan dengan kita tapi tidak mau berpegangan

c. laki-laki/wanita yang bawa tas didepan trus digunakan sebagai tameng dengan kita

d. mainan hp dan tidak mau berpegangan

Saran saya adalah utarakan apa yang anda rasakan sehingga mereka tahu bahwa kita terganggu dengan perbuatan yang “tidak sengaja” mereka.

misalkan a. bu, mari saya bantu meletakkan tas nya di atas (bagasi atas). atau b. pak, minta tolong pegangan dong. atau c. tasnya tidak ditaruh diatas aja pak/bu. mungkin kebanyakan orang akan marah-marah dan membentak atau diam saja.

Dari pengalaman saya selama ini, ketika ngomong apa yang kita rasakan, maka mereka akan tahu dengan apa yang kita alami dan akan berpikir.

Dari jumlah 600 ribu penumpang perhari tersebut, sebenarnya masih banyak orang-orang baik yang mau bertenggang rasa dan orang baik. tetapi pada saat kita bertemu dengan 1 atau 2 orang yang “tidak baik” maka kebaikan orang-orang yang lain tidak akan kelihatan.

2 pemikiran pada “Tips naik Kereta KRL (Commuter Line)

    • Iya mas, tiap orang punya alasan sendiri utk melakukan itu, salah satunya takut kecopetan. Ada juga kok yg mau naruh diatas pas saya ingetin. Intinya lebih banyak orang baik di krl, tapi ada sedikit orang yg belum baik yg kadang membuat kita kurang nyaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s