Masih relevankah menikah dengan cara islam? Masih bisakah melakukan pacaran setelah menikah?

Disaat abad ke 20 dimana perkembangan teknologi telah sangat maju, masih relevankah cara-cara menemukan jodoh secara islami? Jawabannya adalah masih sangat relevan dan tentu saja masih bisa dilakukan asalkan kita mempunyai niat yang baik untuk mewujudkan semua itu. Sesuai janji Allah pada surat Al-Maa’idah [5] ayat 3.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atasmu. Dan Aku pun ridha Islam sebagai agama bagimu.” (QS. Al-Maa’idah [5]: 3)

Ayat diatas menyatakan bahwa Agama Islam adalah agama yang sempurna, Agama Islam adalah agama yang dapat bertahan sepanjang jaman.

Islam mengajarkan untuk tidak melakukan pacaran karena sesungguhnya pacaran mendatangkan banyak kemudharatan daripada kebaikan, kadang dalam pacaran membuat kita lupa akan segalanya, melakukan hal-hal yang dilarang agama karena berpedoman ingin menyenangkan belahan hati, seperti kata-kata “aku akan mencintaimu selamanya”, “aku akan mencintaimu melebihi apapun yang ada didunia ini”, padahal islam mengajarkan kepada umatnya untuk cinta kepada Allah diatas segalanya, rasa cinta kita kepada pasangan adalah merupakan perwujudan keta’atan kita kepada Allah azza wajalla. Bila berkeluarga bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah maka tentu saja Allah akan memberikan kemudahan, insyaAllah.

Memang sangat tidak masuk akal jika dipikirkan secara logika, bagaimana mungkin pada jaman yang sudah maju begini tetap memegang prinsip untuk tidak berpacaran, disaat budaya barat telah masuk dan merasuki budaya ketimuran kita , pergaulan bebas dimana-mana, pakaian yang sudah tidak lagi menjaga aurat, Naudzubillah.

Apalagi bagi mereka yang sudah terlanjur pacaran, mana mungkin memutuskan pacar yang sudah sangat dicintai, terbayang wajahnya tiap detik dan tiap waktu, kemudian memegang teguh keyakinan untuk tidak pacaran lagi. Rasa cinta yang dimiliki manusia merupakan fitrah, dan tidak akan bisa dihilangkan, cinta kepada harta, wanita, anak-anak, kedudukan, hal-hal yang indah. Tetapi bukankah hal itu akan lebih indah ketika disalurkan kepada hal-hal yang dianjurkan oleh Agama kita, yaitu dengan menikah.

Tapi ketahuilah saudaraku bahwa setiap niat baik, usaha yang baik itu akan mendapatkan cobaan. Berpedomanlah pada hadits Rasulullah :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda :

ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُم : الْمُجَاهِدُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُكَاتَبُ يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ يُرِيدُ الْعَفَافَ
“Tiga orang yang pasti Allah akan menolong mereka : orang yang berjihad di jalan Allah, Mukatab yang ingin menebus dirinya dan orang yang menikah dengan tujuan menjaga dirinya (dari yang haram)”

(Hadits tersebut dikeluarkan oleh At-Tirmidz 4/184, Nasa’i 6/61, Al-Hakim dalam Al-Mustadrak 2/160. At-Tirmidzi mengatakan : hadits hasan, Al-Hakim menyatakan shahih berdasarkan syarat Muslim dan disetujui oleh Ad-Dzahabi )

Menurut hadits tersebut ada 3 orang yang pasti ditolong Allah, yaitu :
1. seorang yang menikah dengan niat menjaga kehormatan diri
2. Seorang budak sahaya yang ingin membebaskan dirinya dari perbudakan
3. Seorang yang melakukan berjihad dijalan Allah

Menikah tidak akan menjadikan seseorang miskin, Ada suatu riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah pernah minikahkan sahabat yang tidak mempunyai apa-apa selain pakaian yang beliau kenakan,

Note:
Tapi harus diingat bahwa Sahabat dijaman Rasulullah adalah merupakan manusia-manusia pilihan yang mempunyai tanggung jawab yang luar biasa, akan selalu bertanggungjawab atas segala ucapan dan perbuatannya. Sehingga Rasulullah mau menikahkan Sahabat tersebut dengan seorang wanita.

وَ أَنْكِحُوا الْأَيامى‏ مِنْكُمْ وَ الصَّالِحينَ مِنْ عِبادِكُمْ وَ إِمائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَراءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَ اللهُ واسِعٌ عَليمٌ

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian[1035] diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nuur ayat 32)

Syarat seorang yang ingin menikah adalah :
1. Memberikan mahar (surat An nisa ayat 4)
2. Memberikan tempat tinggal yang layak (surat At tholaq ayat 6)
3. Memberikan nafkah (surat An Nisa ayat 34)

Sahabat yang menikah tersebut memberikan mahar berupa hafalan Al-Quran, sudah mempunyai tempat tinggal, dan akan berusaha memberikan nafkah kepada istrinya, Rasulullah menikahkannya karena Sahabat mempunyai sifat yang bertanggungjawab dan soleh.

Tanggal 28 Januari 2011 aq melakukan nadzor dengan wanita muslimah di kota Nganjuk , Jawa timur, ternyata hal ini oleh kedua belah pihak beserta keluarga telah menganggap itu sebagai proses lamaran, karena kedua belah pihak yang bertemu telah sreg satu sama lain.

InsyaAllah pernikahan akan dilakukan pada bulan Mei 2011, semoga semuanya berjalan sesuai rencana dan berjalan lancar. Amin.

Dengan pernikahanku, maka aku akan lebih mudah mendakwahkan kepada semua orang bahwa menikah adalah membawa kebaikan, dengan menikah maka akan dapat lebih menundukkan pandangan, dengan menikah maka seorang ikhwan akan lebih tenang, seperti Firman Allah Ta’ala :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “Dan di antara ayat-ayat-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa nyaman kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu mawadah dan rahmah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” . (QS. Ar-Rum ayat 21).

Menikah dapat mendatangkan rizki, menjadikan hati menjadi tenang dan menambah rasa keimanan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. InsyaAllah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s